Jumat, 22 November 2013

Generasi Cemerlang Bebas Narkoba



        Mungkin untuk sebagian orang terutama remaja, definisi harafiah gaul adalah mengikuti trend dan mode yang sedang hot dan digemari oleh orang-orang yang memiliki kecenderungan ber- extravaganza ria. Mereka tidak akan ragu untuk mengikuti tren-tren kalangan atas yang kebanyakan dipakai oleh aktor dan aktris Hollywood yang terkenal itu. Sebisa mungkin para remaja ini akan mengikuti atau bahkan mutlak harus mengikuti tatanan idola mereka. Tak terkecuali dengan hal-hal absurd yang dilakukan oleh aktor dan aktris idola mereka.
            Bagi remaja, gaul adalah suatu kata yang sangat penting. Rasanya banyak remaja saat ini yang berpendapat lebih baik mati daripada tidak mendapat predikat “anak gaul”. Begitu banyak esensi yang akan mereka dapatkan jika orang-orang disekitarnya berkata, “Hei, penampilanmu bagus sekali. Kamu mirip sekali dengan Kristen Stewart,” atau, “Model rambutmu sama persis dengan David Beckham.” Mendengar itu, mungkin orang tersebut akan sangat tersanjung dan merasa sedang melayang-layang dengan nyaman diiringi awan-awan kepuasan disekelilingnya. Para remaja masa kini tidak akan menyadari jika diri mereka telah ditarik oleh magnet gelap yang semakin lama semakin kuat . Apapun yang dilakukan idola mereka, baik atau buruk, mereka tidak akan peduli dengan hal itu dan akan terus maju demi menjadi seorang suksesor sejati. Pun dengan benda haram bernama “Narkoba.”
            Jika merujuk pada kata-katanya, narkoba merupakan sebuah singkatan untuk Narkotika dan Obat-obatan Berbahaya. Mengonsumsi narkoba dapat mengakibatkan depresan, halusinogen, stimulan dan adiktif. Di sisi lain, obat-obatan ini juga digunakan dalam bidang kedokteran yaitu untuk melakukan bius lokal terhadap pasien operasi. Jika benda ini dipakai tanpa alasan yang jelas, berbagai hal buruk siap menghantui kita selama bertahun-tahun atau bahkan selamanya. Pemakaian narkoba pada orang sehat akan menimbulkan rasa malas, lamban berpikir, prestasi menurun dan daya kreativitas akan menurun. Hal ini tentu sangat berbahaya bagi kita, para generasi muda penerus bangsa. Bagi para remaja yang akan meneruskan kiprah pembangunan bangsa ini, dituntut akan loyalitas dan kreativitas yang sangat tinggi. Bagaimana jadinya nasib bangsa ini jika para penerusnya sudah dihantui oleh bayang-bayang narkoba? Jangankan maju, untuk memulihkan moralnya pun mungkin membutuhkan waktu yang sangat lama. Sepertinya tinggal menunggu waktu sampai bangsa ini hancur dan menyatu dengan debu. Bahkan, seorang Halle Berry pernah berkata, “Secretly part of me has always wanted to try cocaine. But I just couldn’t imagine sniffing anything up mu nose. It seems like that would hurt.” (Sebenarnya, sebagian dari diri saya selalu ingin mencoba kokain. Saya tak dapat membayangkan diri saya menghirup benda-benda itu. Sepertinya akan merugikan sekali.)
            Gaul tak melulu harus dengan mencoba hal-hal negatif macam narkoba. Jangan takut untuk disebut “tidak gaul”. Jangan salah, justru sekarang ini semakin banyak orang-orang kampung yang berhasil menembus kota-kota besar bahkan merambah dunia dengan kemampuan mereka yang seadanya. Contoh saja Andrea Hirata, pria asal Belitong ini berhasil menembus dominasi orang-orang jenius dari berbagai Negara dengan mendapatkan nilai cum laude saat melanjutkan studinya di Sorbonne University, Paris.  Banyak hal positif yang bisa dilakukan untuk mendapatkan predikat “anak gaul” tanpa harus menyentuh narkoba. Sebut saja misalnya mengikuti kursus atau les pelajaran, aktif di organisasi atau ekstrakulikuler, menyalurkan hobi, dan hal lain sebagainya.?
            Rasanya belum terlambat jika kita sebagai penerus bangsa mulai berbenah dan mewujudkan mimpi-mimpi yang selalu kita idam-idamkan. Menjadi dokter, pengusaha, professor, ilmuwan, atau mungkin seniman bukanlah hal yang mustahil untuk diraih. Dengan kerja keras dan doa tentunya, kita bisa menapaki mimpi kita selangkah demi selangkah dan meraihnya satu per satu. Jadi, jauhi narkoba and stay active!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar