Rabu, 28 Februari 2018

Tanpa Bekas

Goresan kertas ini bias
Tak nyata dan tak membekas
Bukan,
Bukan karnaku tak mengerti
Tapi hanya segala resah yang mengelabui

Teori hanyalah teori
Mudah untuk sekedar diucap lisan
Kenyataannya,
Semua tak mampu menyelesaikan

Katanya....
Ya sekedar katanya
Ilmiah...
Mungkin tak sampai kepala merengkuh empunya

Sudah
Hanya sendiri
Lagi dan lagi
Menarik diri dari mitologi-mitologi sampah
Indah, menggaung di dinding pendengaran

Rasaku membenarkannya
Hey! Semua ini salah!
Pikir si otak bebal
Tidak! Dia hanya menyampaikan kejujuran!
Si hati kotor tak terima

Jiwa usang ini nampaknya perlu pembaharuan
Ya... tentu saja usang
Tak ada kata lain untuknya

Terus begitu
Berulang dan terngiang
Perdebatan menjijikan berhasil meracuni tubuh
Tak lagi suci, tak lagi tenang
Semua menjadi gamang

Menjadi tempat pelampiasan tak beralasan
Kukira niatnya yang perlu diluruskan
Selurus jalan bebas hambatan
Tapi sayangnya...
Kenapa lalu berbayar?

Tak lagi ada cuma-cuma
Karnanya semua percuma
Cukup saja ia seperti seharusnya
Dengan bentuk dan kemurnian fitrahnya
Tanpa harus dipaksakan dengan kekangan asas

Biarkan saja
Biarkan saja
Biarkan saja dia terpuruk dalam lubang hitam
Lalu tinggalkan bersama ikhlas
Jika kau tak lebih hitam dari goresan bias kertas diatas