Sabtu, 18 Februari 2017

Now, you think i was Colorful?



Warna selalu bisa menggambarkan apa yang dirasakan juga bisa menggambarkan karakter diri. Right?

Oke, saya akan mencoba menyangkut pautkan segala hal yang otak saya tangkap tentang warna. Dan akan menceritakan kembali seadanya #ups.

Baiklah, karena ini blog saya, jadi saya bebas menceritakan beberapa pengalaman hidup saya yang berkaitan dengan warna #sok tua.

Hal pertama yang saya ingat tentang warna adalah... PINK. Ketika saya masih anak-anak. Saya begitu terobsesi dengan warna pink. Salahkan ranger pink yang membuat saya berpikir bahwa perempuan juga bisa jadi jagoan berhati lembut. Namun dengan tidak indahnya, saya menjadi bahan olokan karena menyukai warna pink. Wajar saja karena saat itu kebanyakan teman saya adalah laki-laki, jadi mau tidak mau mereka banyak mempengaruhi pilihan saya kala itu. Prinsip saya, eksistensi dihadapan teman lebih penting daripada mempertahankan warna si ranger favorit #huft. Hasilnya sejak saat itu saya benci dengan warna pink. Dan entah sampai kapan, saya tidak tau apa warna favorit saya.

Seiring berjalannya waktu, saya belajar menyukai berbagai warna dari hitam hingga putih. Ya sebenarnya saya tidak terlalu mengkhususkan diri menyukai warna tertentu dan tidak mengetahui bahwa setiap warna itu memiliki makna. Saya tak begitu peduli lah tentang warna.

Hingga, pada satu masa... saya sangat suka warna abu—pastel dan anti banget sama warna nge-jreng (like red, yellow, orange, & floweries). Walaupun orang bilang, abu menggambarkan orang yang plin-plan dan tidak berpendirian. Tapi saya begitu menyukainya. Seperti halnya saya menyukai seragam putih abu yang memiliki banyak cerita gak jelasnya itu lah. Bener apa salah siapa peduli.

Ketika saya menggilai warna abu dan pastel, semua pakaian dan aksesoris cenderung berwarna pucat dan pudar. Jika dipikir lagi, teori psikologi warna itu memang benar juga. Yaaa walau bisa terbilang kalem, mungkin hal ini yang membuat keseharian kala itu terasa berwarna namun tak begitu bersinar, berjalan begitu saja, tidak jelas arahnya, redup dan cenderung flat.

Semakin kesini, secara tidak etisnya, akhirnya saya berusaha mengubah warna kesukaan. Saya pikir, cukup sudah dengan warna pastel dan abu yang tidak jelas itu. Makanya saya sampai berubah pikiran untuk mengganti warna favorit berusaha untuk move on. Mungkin dengan begitu juga bisa mengubah kepribadian, who knows? #tetep aja plin-plan.

Biru, menjadi warna yang saya favoritkan kemudian. Biru sendiri memiliki beberapa tingkatan, dari biru muda, biru langit, biru laut, biru toska, biru tua, biru dongker, hingga banyak biru lain yang belum terdefinisi. Setiap biru memiliki makna tersendiri. Saya suka berbagai jenis warna biru, especially sky blue. Warna yang melambangkan ketenangan dan kepercayaan diri. Tapi siapa yang tau dibalik kelebihan pasti ada kekurangan, si penyuka warna biru ini cenderung sendu dan menyerap semua yang dirasakan dalam dirinya sendiri. Benarkah? Jangan percaya. Ucapan saya ini hanya bualan semata, persepsi yang tak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ini semua hanya berdasarkan persepsi dan kesimpulan mentah dari berbagai informasi yang saya dapatkan. Tapi intinya, biru adalah warna global yang disukai banyak orang kan? #membela diri.

Cerita lain tentang warna ini muncul ketika saya mulai mencoba menggunakan warna terang, ceria, dan bermotif. Awalnya merasa risih dan aneh, karena warna terang gak gue banget. Tetapi ternyata itu cukup membawa dampak positif lah. #sepertinya.  Orang bilang saya terlihat lebih ceria, agak sedikit membuka diri dan sebut saja menggemaskan #dalam artian selalu membuat orang lain gemas #abaikan. Hahahaha...

Menyukai warna terang ini memang memberi keceriaan dalam keseharian saya, tapi terkadang dunia colorful ini membuat saya merasa kembali ke dunia anak-anak. Membuat saya tak kunjung beranjak dewasa. Padahal sebelumnya saya sudah cukup terlihat kalem dan dewasa #kata siapa. Sekarang semua itu runtuh, seolah berbalik 180 derajat. Apa semua ini karena warna? Hahaha....
Entahlah, setiap perjalanan hidup pasti memiliki banyak warna.

By the way, ini tulisan absurd macam apa? Inti dari tulisan ini apa? Efek lama gak ngepos ini mah, sekalinya ngepos isinya gak jelas. Maafkan saya yorobuuun..... semoga otak kalian tidak overdose. Aman dari dope dope dope.....
Maassalamah!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar