Kamis, 06 Oktober 2011

Kepemimpinan dalan ISLAM

SG Fahutan, Mushala Aliffah 6 Oktober 2011.

Ketika kita sedang sendiri, disitulah kita harus memimpin diri kita sendiri. Mau dibawa kemana???
Syarat pemimpin itu HARUS IKHLAS. Wow..... kalo g ikhlas,,, g usah kali ye jadi pemimpin...
TAPI SEJATINYA Setiap orang adalah pemimpin.
Dalam Alquran surah Alhajj(22): 41 dijelaskan bahwa dalam kepemimpinan yg benar itu ada karakter yg khas
“... jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi mereka menegakan sholat,  menunaikan zakat, menyeru pada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar,  dan kepada Allahlah kembali segala urusan,,,"

Ciri kepemimpinan islam yang benar berdasarkan ayat di atas adalah:

•Ditegakkan jamaah musholin, menegakkan sholat di awal waktu,  sholat menjadi yg pertama dan utama, shalat adalah miniatur kepemimpinan. Mereka yg tdk menomorsatukan shalat ia berati orang yg SOMBONG,
 Miniatur kepemimpinan tercermin dari sholat berjamaah.
 Imam dipilih oleh makmum menurut aturan yang telah ditentukan Allah dan Rasul-Nya, diantaranya:
    ^ Bagaimana interaksi imam pada Alquran, baik ga? Bacaan dan makhajul hurufnya jg gimana, masa iya baca Alfatihah aja gak ahsan, diaminin pula sama makmumnya, kan artinya juga tar bisa aja beda, hm?
    ^ paling banyak memahami tentang keislaman.
    ^ paling lama bermukim ditempat itu, kalo mau orang lain [tamu yg datang] menjadi imam harus ada kesepakatan dari mukim tersebut
     ^ mengajak kepada Allah, sama2 membesarkan Allah, jangan MENJILAT, jangan juga selalu ingin dipuji, tau kan itu? GAK BOLLEH!
    ^ memberikan keteladan, karena imam akan menjadi teladan makmumnya, langkah2nya juga harus benar -tartil bacaannya- dan transparan.
    ^ harus rela, mau mendengarkan teguran ketika ia salah, makmum jangan sungkan, cara menegurnya harus prosedural
    ^ jujur dan jangan gengsian, misal imam batal -buang angin- harus mau digantikan dan  jika sudah tidak mampu -misal sakit- jangan 'keukeuh' jadi iman, Tong maksakeun maneh! Ceuk urang Sunda mah.
    ^ ketika imam bilang A, makmum harus ngikut A, -selama itu benar-
    ^ harus bijak, arif, misal imam jgn terlalu panjang bacaannya  dan jangan terlalu pendek.
    ^ kalo lagi sholat berjamaah setelah membaca Alfatihah, imam juga harus membaca amin, bukan hanya makmum. Setelah shalat, jangan lupa doakan saudara2 dengan doa yg baik karena ketika kita mendoakan orang lain malaikat akan mengatakan "untukmu juga" -mengamini doa kita.


•Menunaikan Zakat, artinya tdk hanya dalam hal materi tapi juga terbawa dalam aktifitas lain.
 Mengalirkan energi misalnya,seorang imam harus banyak baca sebagai bahan bakarnya untuk mentransfer ilmu, minimal bisa memobilisasi rakyatnya. Dalam surat Attaubah(9): 128, disebutkan 3 ciri seorang pemimpin yaitu,
    ^ merasakan/memikul beratnya penderitaan rakyatnya -kepikiran rakyatnya-
    ^ sangat amat menginginkan kesejahteraan, kedamaian, serta keimanan yang baik bagi rakyatnya.
      -mendahulukan ummat daripada dirinya sendiri-
    ^ penyantun dan penyayang terhadap saudara -semua orang- yang seiman.

 Jangan jadi pemimpin yang selau ingin dilayani-jadi kapal keruk yang mencari banyak setoran-, tapi harus mau melayani. Tapi jangan juga merasa rendah diri dihadapan manusia.
 Jangan ada gengsi-gensian dalam dakwah, karena sejatinya penyakit pemimpim ada 3 -versi selain harta*tahta*wanita-
    ^ penyakit populariTAS
    ^ penyakit fasiliTAS
    ^ penyakit "isinya TAS"


•Menyeru, mengajak, dan memerintahkan kepada yang makruf dalam arti yang luas. Sebagai  makmum ketika sudah diingatkan jangan mengeluh dan menanti-nanti perintah imam. Dalam lingkup kecil seorang ayah sebagai imam juga harus dapat memimpin keluarganya, Rasulullah mengajarkan doa untuk keselamatan keluarga,  "Robbi najjinii wa ahlii mimmaa ya'maluun",
 "Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dan keluargaku dari apa-apa (kejahatan) yang mereka perbuat. (QS. As-Syu'ara [26]:169)
 Doa tersebut sebagai doa untuk mencegah seluruh anggota keluarga agar tidak terjerumus kedalam lembah kemungkaran.


Adapun contoh-contoh untuk aplikasi pemimpin, di antaranya :
•Seorang pemimpin menyediakan air minum untuk anak buahnya -rakyatnya-
•Seorang pemimpin akan memikirkan bagaimana caranya agar anak buahnya bisa lebih produktif dari dirinya
•Datang paling awal, pulang paling akhir
•Berpenampilan sederhana, biasa2 ajah
•Pendengar dan pembicara yang baik
•Mengakar, maksudnya merakyat sehingga diterima oleh rakyat
•Berusaha mencari solusi, memecahkan masalah sebaik-baiknya
•Bertawadhu, merendahkan HATI
•Tegar menghadapi masalah, tidak menghindar
•Cenderung memudahkan terhadap kebenaran.
•Mentolelir perbedaan
•Berusaha mengenal semua anak buahnya
•Tegas menerapkan aturan, tidak pilih kasih, sesuai kesepakatan
•Mau mengakui dan menerima kesalahan
•Terbuka
•Amanah, mampu melaksanakan janji

Minggu, 15 Mei 2011

Suara Hati

Saat orang lain menyandarkan tubuh beristirahat, kita masih berdiri tegak menyandang panji ini. Tak banyak waktu kita lalui untuk hal yang menyilaukan mata di dunia ini. Godaan datang silih berganti. Ketika pemikiran itu memerangi kita, benteng kokoh bersiap siaga melindungi jati diri. Jalan dakwah ini tak akan pernah sepi, selalu ada panji-panji yang siap merelakan diri.


Duhai kawan, apa kau lelah? Apa kau bosan?
Jangan pernah berhenti, sebelum hidup kita memiliki arti. Sepanjang perjalanan, sejak kita beranjak dewasa, sejujurnya kita telah mengerti apa itu tujuan akhir, cita-cita puncak, dan mimpi-mimpi terjauh kita untuk menjadi sesuatu. Akan tetapi, tak jarang kita terhempas, terlena dan kemudian berhenti di tengah jalan. Padahal hidup seorang mukmin semestinya berupa siklus kehidupan yang terjalin baik, tak kenal putus.


Andai Dakwah bisa tegak dengan seorang diri, tak perlu Musa mengajak Harun, tak perlu pula Rasulullah mengajak Abu Bakar untuk menemani beliau hijrah. Meskipun pengemban dakwah itu alim, faqih, dan memiliki azzam yang kuat, tetap saja ia manusia yang lemah, yang selalu membutuhkan saudaranya. Jalan dakwah merupakan sejarah perjalanan panjang yang terkadang terasa manis atau mungkin terasa hambar.


"Ketahuilah! Sesungguhnya bila kalian bersabar atas kesusahan yang sebentar saja, maka kalian akan menikmati kesenangan yang panjang." ( Thariq bin Ziyad)


Tangan semakin kuat mengepal, kaki semakin kencang berlari. Maju untuk terus berlari. Jangan ingin berhenti. Menang dan terus Menang. Karena pejuang dakwah bukanlah pecundang. Utuhkan niat dan totalitaskan usaha. Raih cinta hakiki, insyaallah gapai Ridha Illahi, kembali mengikat hati bersama para syuhada kelak, di Jannah-Nya yang abadi... أمين